Cari Blog Ini

Minggu, 10 Juni 2012

Fungsi Teori


 Fungsi teori komunikasi
Teori dalam penelitan ini diartikan sebagai representasi konseptual atau penjelasan mengenai sebuah fenomena. Teori dibangun oleh para ahli untuk mempresentasikan apa yang dipertimbangkan sebagai suatu yang dipandang penting dalam proses berlangsungnya suatu gejala atau realitas. Teori menjalankan fungsi-fungsi yang tidak terpisah satu dengan lainnya dan lebih merupakan overlapping antar fungsi. Di antara fungsi-fungsi tersebut seperti yang disebut Littlejohn (1999:30) yaitu :
·         Mengorganisasikan dan menyerderhanakan pengetahuan.
·         Menfokuskan perhatian pada beberapa variabel dan hubungan-hubungan di antaranya.
·         Mengklarifikasi apa yang diamati sehingga pengamat paham dan dapat meginterpretasikan.
·         Membantu pengamatan melalui pemfokusan.
·         Memprediksikan terutama mengenai hasil dan pengaruh data.
·         Heuristik di mana teori yang baik akan dapat menggerakkan penelitian.
·         Komunikastif terutama untuk mempublikasikan pengamatan dan spekulasi para investigator.
·         Mengontrol dalam arti sebagai sarana untuk menilai efektif tidaknya suatu tindakan.
·         Generatif dalama arti menggerakkan cara-cara baru.
Demikian pentingnya kedudukan teori khususnya dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga hampir tidak ada suatu yang tidak berangkat dari teori dengan satu atau beberapa fungsinya. Sebuah teori diarahkan untuk menjawab pertanyaan mengapa (bagaimana) timbul regularitas alam dengan demikian teori harus memuat pertanyaan tentang mekanisme tertentu, serta hubungan antar variabel dalam fenomena yang diselidiki (Kaplan dan Manners, 2002:123). Dalam penelitian kualitatif teori dikembangkan dimulai di lapangan studi dari data yang terpisah-pisah dan atas bukti-bukti yang terkumpul serta saling berkaitan. Penekanannya pada proses analisis induktif, sehingga penelitian yang demikian juga disebut sebagai empirico inductive research (Sutopo, 2002:39)

0 komentar:

Poskan Komentar