Cari Blog Ini

Jumat, 27 Mei 2011

Kajian Iklan Biskuat dalam Tradisi Semiotika Media

Semiotika dan Hiper Realitas

Jean Baudrilland, seorang peneliti asal Prancis menyakini bahwa tanda-tanda memang terpisah dari objek yang mereka tandai dan bahwa media telah menggerakkan proses ini sehingga titik di mana tidak ada yang nyata. (littlejohn, 408:2009). Menurut baudrilland media telah mengaburkan batas-batas antara sesuatu yang nyata dengan sesuatu yang maya. Melalui tanda-tanda yang di ciptakan manusia sendiri ternyata manusia pada akhirnya merasa bahwa tanda-tanda yang mereka ciptakan itu sesuatu yang benar dan nyata.
Baudrillard memperkenalkan teori simulasi. Di mana peristiwa yang tampil tidak mempunyai asal-usul yang jelas, tidak merujuk pada realitas yang sudah ada, tidak mempunyai sumber otoritas yang diketahui. Konsekuensinya, kata Baudrillard, kita hidup dalam apa yang disebutnya hiperrealitas (hyper-reality). Segala sesuatu merupakan tiruan, tepatnya tiruan dari tiruan, dan yang palsu tampaknya lebih nyata dari kenyataannya (Sobur, 2006).
Sebuah iklan menampilkan seorang pria lemah yang kemudian menenggak sebutir pil multivitamin, seketika pria tersebut memiliki energi yang luar biasa, mampu mengerek sebuah truk, tentu hanya ‘mengada-ada’. Karena, mana mungkin hanya karena sebutir pil seseorang dapat berubah kuat luar biasa. Padahal iklan tersebut hanya ingin menyampaikan pesan produk sebagai multivitamin yang memberi asupan energi tambahan untuk beraktivitas sehari-hari agar tidak mudah capek. Namun, cerita iklan dibuat ‘luar biasa’ agar konsumen percaya. Inilah tipuan realitas atau hiperealitas yang merupakan hasil konstruksi pembuat iklan.
Barangkali kita masih teringat dengan pengalaman masa kecil (entah sekarang masih ada atau sudah lenyap) di pasar-pasar tradisional melihat atraksi seorang penjual obat yang memamerkan hiburan sulap kemudian mendemokan khasiat obat di hadapan penonton? Padahal sesungguhnya atraksi tersebut telah ‘direkayasa’ agar terlihat benar-benar manjur di hadapan penonton dan penonton tertarik untuk beramai-ramai membeli obatnya. (http//cieny.com/Semiotika+Iklan+Sosial+bagian+II+«+Blog+Pak+Jaiz.htm)
Hal yang samabanyak yang terjadi saat ini. Pekerja kreatif selalu menciptakan sesuatu tanda dalam sebuah iklan untuk menarik perhatian audience agar produk yang mereka iklankan menarik dan pada akhirnya audience membeli produk yang mereka iklankan. Terlepas tanda yang mereka tampilkan itu nyata atau tidak.
Contoh iklan yang cukup menarik menurut kelompok kami adalah iklan biskuit “Biskuat”. Tayangan yang di tampilkan adalah dua anak yang menjadi sangat kuat setelah makan biskuit yang mereka makan. Biskuit iku menjadikan tubuh mereka menjadi sangat kuat “sekuat macan” sehingga mampu menendang bola sangat keras.
Stimuli yang ingin disampaikan dalam iklan ini adalah bahwa Biskuat dapat menjadikan tubuh kita menjadi sangat kuat “sekuat macan”. Apakah itu benar ? mari kita kaji lebih lanjut bagaimana produk ini.


A. Informasi Produk
Nama Produk : Biskuat Coklat
Co-Branding : Danone
Brand Induk : Biskuat
Kategori : Susu
Jenis Produk : Makanan Ringan / Snack
Kemasan : Plastik Berat Bersih 24 gram
Warna Kemasan : Merah, Biru, Kuning, Latar Putih
Komposisi : Tepung terigu, minyak nabati, gula, telur, susu, kalsium, garam, soda kue, perisa susu, Vitamin B1, B2, B5, B6, B12 dan D.
Mengandung : Gandum, susu, telur.
Harga Perkiraan : Rp. 500,-
B. Foto / Gambar Produk


C. Informasi Nilai Gizi / Kandungan Nutrisi
Takaran Saji : 28 gram 7 Keping / Jumlah Sajian Per Kemasan : 1,2
- Energi total : 130 kkal
- Energi dari lemak : 40 kkal
- Lemak total : 5 gram / 9%
- Protein : 2 gram / 4%
- Karbohidrat total : 19 gram / 6%
- Natrium : 80 mg / 3%
- Vitamin B1 : 25%
- Vitamin B2 : 25%
- Vitamin B5 : 20%
- Vitamin B6 : 20%
- Vitamin B12 : 20%
- Vitamin D : 25%
- Kalsium : 20%
Mengandung 0,43 mg Vitamin B5 persajian
% AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal
Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah
D. Info Perusahaan
Perusahaan : PT. Danone Biscuits Indonesia Desa Walahar, Klari, Karawang 41371 Indonesia
Produsen : PT. Danone Biscuits Indonesia Desa Walahar, Klari, Karawang 41371 Indonesia
Website : www.danone.com
E. Sertifikasi / Izin
Halal
BPOM RI MD : 227110068288
Kode Batang : 8 992716 108458
F. Teks / Keterangan Tambahan Produk
Biskuit Susu
Vitacal 6 vitamin kalsium tulang kuat
Kaya akan kalsium dan vitamin D untuk membantu pembentukan tulang yang kuat.
Simpan di tempat yang kering dan sejuk.
Tanggal Pembuatan / Production Code : Lihat Di Bagian Muka
Baik Digunakan Sebelum / Best Before : Lihat Di Bagian Muka
Kode Produksi / Production Code : Lihat Di Bagian Muka
All affixed trademarks belong to subsidiaries of Groupe Danone.
Melihat Informasi produk, kita sebagai orang awam pun tahu bahwa biskuat coklat memang merupakan biskuit yang mengandung banyak kalori. Kandungan kalori yang ada memberi asupan tenaga pada tubuh kita. Kebutuhan rata-rata kalori perhari orang dengan berat bada 51 kg adalah 1785 kkal (http://viramedika.blogspot.com/2009/04/menghitung-kalori-untuk-mendapatkan.html) kebutuhan tersebut dapat bertambah atau berkurang tergantung dengan jumlah aktifitas yang dilaksanakan. Satu bungkus biskuat coklat mengandung 130 kkal. berarti di butuhkan +/- 13 bungkus biskuat untuk sedekedar memenuhi asupan kalori kita.
Iklan tayangan iklan tersebut sangat menarik. Bagaimana dalam durasi 14 detik dapat menyampaikan bayak pesan. Mari kita ulas satu persatu.
1. Pemilihan pemeran iklan ini sudah sangat jitu. Bagimana menampilkan anak kecil yang badan kecil setelah makan biskuat tenaga yang dihasilkan menjadi sangat kuat. Tendangannya melintir keras dan tepat sasaran. Dalam dunia nyata apa benar, tenaga anak sekecil itu dapat menedang bola sangat keras ?
2. Pemilihan sepak bola sebagai setting iklan. Kekuatan yang dihasilkan tidak selalu di ukur dengar seseorang dapat mengangkat beban seberapa berat. Ternyata dapat di simbolkan dengan menendang sangat keras dan tepat sasaran juga dapat menangkap bola dengan tepat. Ini pemilihan yang sangat jitu bukan saja saat pertama kali iklan ini keluar di Indonesia saat demam bola.
3. Baju yang dikenakan antar anak yang memakai baju merah dan baju coklat. Baju merah menyimbulkan biskuat energi sedangkan baju coklat menyimbolkan biskuat coklat keduanya sama kuat dan tidak menjatuhkan satu dengan yang lain.
4. Di akhir iklan ada tag line “semua bisa jadi macan” dan ada gambar macan yang muncul. Ini tagline yang menarik. Kalo kita telaah kenapa tidak sekuat kucing, sapi atau banteng? Atau gajah. Kita semua setuju kalo di tandingkan antara macan dan gajah pasti lebih kuat gajah. Pemilihan macan mengungkapkan bahwa macan tidak hanya kuat, tetapi cerdik, ganas dan lincah. Macan sebagai karnivora di bekali dengan indra penciuman, pendengaran yang jauh lebih baik dari yang saya sebutkan tadi. Gajah mungkin lebih kuat tetapi kita setuju macan jauh mempunyai banyak kelebihan dibandingkan macan. Maka asosiasi ini menyimbolkan bahwa jika kita makan biskuat kita akan selincah, secerdik dan sekuat macan.

Pada akhirnya setelah kita melihat tayangan iklan tersebut apa yang kita dapatkan? biskuat adalah biskuit energi yang akan membuat tubuh kita kuat ”sekuatmacan”. Tetapi, setelah kita kaji tadi, muncul pertanyaan apa itu benar ? ternyata setelah kita lihat lebih dalam ternyata tidak benar. Biskuat memang biskuat dengan kandungan kalori yang besar, tetapi agar tubuh kita kuat, kita membutuhkan asupan kalori yang lebih banyak, agar kita dapat menedang keras dan tepat sasaran kita membutuhkan banyak latihan.
Tenyata tanpa kita sadari kita terjebak dalam realita-realita palsu yang sengaja diciptakan untuk mengurung kita dalam dunia yang semu. Padahal manusia sendiri yang menciptakan kepalsuan itu. Tetapi justru kita akan terjebak dalam jebakan kita dalam dunia yang disebut hiperrealitas.

 Teori Semiotika
Semiotika Adalah
Bahaya televisi Bagi anak
Aturan Konglomerasi Media Di Indonesia 
Intervensi Pemilik Media "Konglomerasi Media"
Bahaya Konglomerasi Media
Dampak Konglomerasi Media 
Regulasi atau Aturan Konglomerasi Media Di Indonesia 
Degradasi Moral dan Televisi 
Bahaya Televisi 
Pengusaha yang mempunyai banyak media 
 

1 komentar:

Poskan Komentar